cheoneun yejeone

Jumat, 01 Maret 2019

Sistem Agribisnis


SISTEM AGRIBISNIS
ร˜  Pengertian Agribisnis
Kata Agribisnis berasal dari kata Agribusiness, dimana Agri=Agriculture artinya pertanian dan Business berarti usaha atau kegiatan yang berorientasi profit. Jadi secara sederhana Agribisnis (agribusiness) adalah usaha atau kegiatan pertanian serta apapun yang terkait dengan pertanian berorientasi profit.
Berikut pengertian Agribisnis sebagai suatu system menurut para ahli :
·         Aryad dan kawan-kawan menyatakan agribisnis adalah suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata rantai produksi , pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya dengan pertanian dalam arti luas. Pertanian dalam arti luas adalah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian.
·         E. Paul Roy memandang agribisnis sebagai suatu proses koordinasi sebagai sub-sistem. Kooedinasi merupakan fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sub-sistem menjadi sebuah system.
·         Wibowo mengartikan agribisnis mengacu kepada semua aktivitas mulai dari pengadaan, prosesing, penyaluran sampai pada pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu usaha tani atau agroindustri yang saling terkait satu sama lain.
·         Agribisnis adalah kegiatan yang berhubungan dengan penangan komoditi pertanian dalam arti luas, yang meliputi salah satu atau keseluruhan dari mata ranati produksi (agroindustri), pemasaran masukan-keluaran pertanian dan kelembagaan penunjang kegiatan. Yang dimaksud dengan berhubungan adalah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian. (Downey and Erickson, 1987).
Agribisnis dari cara pandang ekonomi ialah usaha penyediaan pangan. Pendekatan analisis makro memnadang agribisnis sebagai unit system industry dan suatu komoditas tertentu, yang membentuk sector ekonomi secara regional atau nasional. Sedangkan pendekatan analisis mikro memandang agribisnis sebagai suatu unit perusahaan yang bergerak, baik dalam salah satu subsistem agribisnis ,baik hanay satu atau lebih dari satu lini komoditas.







Secara konsepsional system agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktifitas, mulai dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi (input) sampai dengan pemasaran produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani serta agroindustri yang saling terkait satu sama lain. Dengan demikian sistem agribisnis merupakan suatu system yang terdiri dari berbagai subsistem, yaitu:
1.      Subsistem Agribisnis/Agroindustri Hulu
Meliputi pengadaan sarana produksi pertanian, antara lain terdiri dari benih, bibit, makanan ternak, pupuk, obat pemberantas hama dan penyakit, lembaga kredit, bahan bakar, alat-alat, mesin dan peralatan produksi pertanian. Pelaku-pelaku kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi adalah perorangan, perusahaan swasta, pemerintah, koperasi.
2.      Subsistem Budidaya/Usahatani
Usaha tani menghasilkan produk pertanian berupa bahan pangan, hasil perkebunan, buah-buahan, bungan dan tanaman hias, hasil ternak, hewan dan ikan. Pelaku kegiatan dalam subsistem ini adalah produsen yang terdiri dari petani, peternak, pengusaha tambak, pengusaha tanaman hisndan lain-lain.
3.      Subsistem Agribisnis/agroindustri hilir
Meliputi pengolahan dan pemasaran (tata niaga) produk pertanian dan olahannya. Dalam subsistem ini terdapat rangkaian kegiatan mulai dari pengumpulan produk usaha tani, pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Pelaku kegiatan dalam subsistem ini ialah pengumpul produk, pengolah, pedagang, penyalur ke konsumen, pengalengan dan lain-lain.
4.      Subsistem Jasa Pelayanan Pendukung Agribisnis (kelembagaan) atau Supporting Institution
Merupakan semua jenis kegiatan yang berfungsi untuk mendukung dan melayani serta mengembangkan kegiatan sub-sistem hulu, sub-sistem usaha tani, dan sub-sistem hilir. Lembaga-lembaga yang terkait dalam kegiatan ini adalah penyuluh, konsultan, keuangan, dan penelitian.
Berdasarkan pandangan bahwa agribisnis sebagai suatu system dapat terlihat dengan jelas bahwa subsistem-subsistem tersebut tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling terkait satu dengan yang lain. Subsistem agribisnis hulu membutuhkan umpan balik dari subsistem usaha tani agar dapat memproduksi sarana produksi yang sesuai dengan kebutuhan budidaya pertanian. Sebaliknya, keberhasilan pelaksanaan operasi subsistem usaha tani bergantung pada sarana produksi yang dihasilkan oleh subsistem agribisnis hilir. Selanjutnya, proses produksi agribisnis hilir bergantung pada pasokan komoditas primer yang dihasilkan oleh subsistem usaha tani. Subsistem jasa layanan pendukung seperti telah dikemukakan, keberadaannya tergantung pada keberhasilan ketiga subsistem lainnya. Jika subsistem usaha tani atau agribisnis hilir mengalami kegagalan, sementara sebagian modalnya merupakan pinjaman maka lembaga keuangan dan asuransi juga akan mengalami kerugian.

24 komentar:

  1. Terima kasih informasinya kak, sangat bermanfaat ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  2. ๐Ÿ’ช semangat memajukan bidang pertanian ...

    BalasHapus
  3. Terimakasih atas informasinya๐Ÿ‘

    BalasHapus
  4. Terima kasih informasinya ๐Ÿ‘๐Ÿป

    BalasHapus
  5. Terima kasih informasinya ๐Ÿ‘

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah semoga infonya bermanfaat untuk semuanya๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘

    BalasHapus

MANAJEMEN PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK

 MANAJEMEN PEMASARAN BERAS MERAH ORGANIK Beras merupakan biji-bijian sumber karbohidrat yang dikonsumsi orang di seluruh dunia. Makanan ...