Cheoneun
Yejeone ( Prolog )
Aku berbeda dengan anak perempuan pada umumnya, mereka
biasanya bermain dengan boneka Barbie dan masak-masak kan, berlari dengan
senyum yang mengembang pada wajah mereka, sungguh sangat indah, tetapi aku
Kayra, diusiaku yang baru menginjak tujuh tahun, aku harus belajar bela diri,
menembak, strategi perlawanan dan pertahanan, taktik, dan lain sebagainya, dan
mainanku juga tidak jauh berbeda dengan itu semua, pistol. Pedang, pisau,
peluru, burble, semua itu semakin lama semakin lekat dalam diri, tapi itu semua
pendidikan non formal yang harus aku jalani.
Kayra Kalila Malik, cantik, pandai bermain semua
alat music, terpandai dikelas, kesayangan guru, tapi sayangnya dia cuek dan
tidak berperasaan, jika kalian bertemu Kayra, analoginya seperti waktu yang
berhenti tiba-tiba, tidak ada senyum manis diwajahnya hanya ada tatapan
membunuh yang dia perlihatkan, tidak pernah bertegur sapa dengan yang lain,
tidak percaya pada semua orang, tetapi sebenarnya dia sangat kesepian, hidupnya
penuh dengan tekanan, dan bahaya selalu mengincarnya, darah sudah menjadi
pemandangan yang biasa baginya.
Hari itu dia dipanggil sang ayah, Tuan Malik,
ditemani dengan bebrapa bodyguard yg super gagah, mereka memasuki ruang rahasia
bawah tanah, betapa terkejutnya Kayra dengan pemandangan dihadapannya, orang
ini, kenapa dia ada disini ?, kesalahan apa yang telah dia perbuat, ini sungguh
gila, apa yang ada dipikiran si tua Bangka itu ?, apa yang harus kulakukan ?,
untuk pertama kali dalam hidup ku………………
Mohon
maaf, lupa mau nulis apa, nantikan kisah selanjutnya, akankah Kayra melakukan
nya ??? tunggu undatenya ya…(apettah kedhibik)wkwkwkwkwk