SISTEM AGRIBISNIS
Ø
Pengertian Agribisnis
Kata Agribisnis
berasal dari kata Agribusiness,
dimana Agri=Agriculture artinya
pertanian dan Business berarti usaha
atau kegiatan yang berorientasi profit. Jadi secara sederhana Agribisnis (agribusiness) adalah usaha atau
kegiatan pertanian serta apapun yang terkait dengan pertanian berorientasi
profit.
Berikut
pengertian Agribisnis sebagai suatu system menurut para ahli :
·
Aryad dan kawan-kawan menyatakan agribisnis
adalah suatu kesatuan kegiatan usaha yang meliputi salah satu atau keseluruhan
dari mata rantai produksi , pengolahan hasil dan pemasaran yang ada hubungannya
dengan pertanian dalam arti luas. Pertanian dalam arti luas adalah kegiatan
usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan kegiatan usaha yang ditunjang oleh
kegiatan pertanian.
·
E. Paul Roy memandang agribisnis sebagai suatu
proses koordinasi sebagai sub-sistem. Kooedinasi merupakan fungsi manajemen
untuk mengintegrasikan berbagai sub-sistem menjadi sebuah system.
·
Wibowo mengartikan agribisnis mengacu kepada
semua aktivitas mulai dari pengadaan, prosesing, penyaluran sampai pada
pemasaran produk yang dihasilkan oleh suatu usaha tani atau agroindustri yang
saling terkait satu sama lain.
·
Agribisnis adalah kegiatan yang berhubungan
dengan penangan komoditi pertanian dalam arti luas, yang meliputi salah satu
atau keseluruhan dari mata ranati produksi (agroindustri), pemasaran
masukan-keluaran pertanian dan kelembagaan penunjang kegiatan. Yang dimaksud
dengan berhubungan adalah kegiatan usaha yang menunjang kegiatan pertanian dan
kegiatan usaha yang ditunjang oleh kegiatan pertanian. (Downey and Erickson,
1987).
Agribisnis
dari cara pandang ekonomi ialah usaha penyediaan pangan. Pendekatan analisis
makro memnadang agribisnis sebagai unit system industry dan suatu komoditas
tertentu, yang membentuk sector ekonomi secara regional atau nasional.
Sedangkan pendekatan analisis mikro memandang agribisnis sebagai suatu unit
perusahaan yang bergerak, baik dalam salah satu subsistem agribisnis ,baik
hanay satu atau lebih dari satu lini komoditas.
Secara
konsepsional system agribisnis dapat diartikan sebagai semua aktifitas, mulai
dari pengadaan dan penyaluran sarana produksi (input) sampai dengan pemasaran
produk-produk yang dihasilkan oleh usaha tani serta agroindustri yang saling
terkait satu sama lain. Dengan demikian sistem agribisnis merupakan suatu
system yang terdiri dari berbagai subsistem, yaitu:
1.
Subsistem Agribisnis/Agroindustri Hulu
Meliputi pengadaan sarana produksi pertanian, antara lain terdiri dari
benih, bibit, makanan ternak, pupuk, obat pemberantas hama dan penyakit,
lembaga kredit, bahan bakar, alat-alat, mesin dan peralatan produksi pertanian.
Pelaku-pelaku kegiatan pengadaan dan penyaluran sarana produksi adalah
perorangan, perusahaan swasta, pemerintah, koperasi.
2.
Subsistem Budidaya/Usahatani
Usaha tani menghasilkan produk pertanian berupa bahan pangan, hasil
perkebunan, buah-buahan, bungan dan tanaman hias, hasil ternak, hewan dan ikan.
Pelaku kegiatan dalam subsistem ini adalah produsen yang terdiri dari petani,
peternak, pengusaha tambak, pengusaha tanaman hisndan lain-lain.
3.
Subsistem Agribisnis/agroindustri hilir
Meliputi pengolahan dan pemasaran (tata niaga) produk pertanian dan
olahannya. Dalam subsistem ini terdapat rangkaian kegiatan mulai dari
pengumpulan produk usaha tani, pengolahan, penyimpanan dan distribusi. Pelaku
kegiatan dalam subsistem ini ialah pengumpul produk, pengolah, pedagang,
penyalur ke konsumen, pengalengan dan lain-lain.
4. Subsistem
Jasa Pelayanan Pendukung Agribisnis (kelembagaan) atau Supporting Institution
Merupakan
semua jenis kegiatan yang berfungsi untuk mendukung dan melayani serta
mengembangkan kegiatan sub-sistem hulu, sub-sistem usaha tani, dan sub-sistem
hilir. Lembaga-lembaga yang terkait dalam kegiatan ini adalah penyuluh,
konsultan, keuangan, dan penelitian.
Berdasarkan
pandangan bahwa agribisnis sebagai suatu system dapat terlihat dengan jelas
bahwa subsistem-subsistem tersebut tidak dapat berdiri sendiri, tetapi saling
terkait satu dengan yang lain. Subsistem agribisnis hulu membutuhkan umpan
balik dari subsistem usaha tani agar dapat memproduksi sarana produksi yang
sesuai dengan kebutuhan budidaya pertanian. Sebaliknya, keberhasilan
pelaksanaan operasi subsistem usaha tani bergantung pada sarana produksi yang
dihasilkan oleh subsistem agribisnis hilir. Selanjutnya, proses produksi
agribisnis hilir bergantung pada pasokan komoditas primer yang dihasilkan oleh
subsistem usaha tani. Subsistem jasa layanan pendukung seperti telah
dikemukakan, keberadaannya tergantung pada keberhasilan ketiga subsistem
lainnya. Jika subsistem usaha tani atau agribisnis hilir mengalami kegagalan,
sementara sebagian modalnya merupakan pinjaman maka lembaga keuangan dan
asuransi juga akan mengalami kerugian.
